Rabu, 22 Agustus 2012

Orang baru (Kata di balik rindu 4)

Dikantin kampus...

Aira melihat ke arah jam tangannya, seperti nya ada yang dia tunggu. Seperti biasa menunggu maudy "Ah lama nih anak, udah keluar kelas belum sih? keburu dingin aja ini makanan". 

Dari jauh nampak maudy jalan terburu buru dengan membawa laptop dan buku buku materi kuliah nya, kedua tangan nya nampak penuh dengan itu. 
"Aduhhh, sorry yah ra tadi ada presentasi novel bahasa inggris gw" ujarnya seraya memberi alasan agar aira percaya. Maudy adalah anak fakultas dari sastra inggris di Universitas padjajaran yang juga tempat aku menuntut ilmu,aku berbeda fakultas dengan dia, kalau aku fakultas Psikologi.

"Iya iya maudyyyy, percaya gw percaya"

Maudy nampak haus, di seruputnya ice cappucino di depannya sampai setengah gelas.

"Selow mbak minum nya kayak kuli" ujarnya membisikan ke arah maudy sambil menahan tawa

Maudy melirik sinis aira, seakan akan jengkel dengan ledekan aira tadi. Sedangkan aira nampak sangat terbahak bahak. 

Sejenak aira memberhentikan tawa nya pelan " Haduhhh, jangan ngambek dong maudy sayangggg" aira mendekatkan wajah nya sambil memelas kearah maudy

"Lagian sih lo gak ngertiin temen banget" maudy memanyunkan bibir nya.

Aira memulai membuka topik pembicaraan " Eh gw masih penasaran banget sama yang motret gw kemarin".

"Jadi topik nya ganti nih? bukan si itu lagi tuhhhh" ledek maudy sambil menertawai balik aira.

"Menurut lo? Jadi gw kok serbasalah ya? serbasalah kalo cantik, serbasalah kalo galau" ujarnya seraya meledek maudy

Tiba tiba saja maudy mengagetkan dengan apa yang ingin dia sampai kan " aha! gw tau cara nya biar lo ketemu lagi sama yang motret lo" 

Aira melipat bibir mungilnya kedalam "Hmm.....". "Ahhhh udah gak usah banyak pikir! biar gw atur nanti". 

"Kapan?" aira nampak bingung

"Sekaranglah nonaaaaa"
***
Braga.....

"Kita mau ketoko buku lagi dy?!"

"Iyalah, kemana lagi coba?. Maudy dan aira agak mempercepat langkah nya agar sampai toko buku pada saat orang itu ada

Sesampai nya di toko buku Nusa Cendana. mereka berdua memulai "drama" dadakan mereka, di tempat yang sama aira berdiri, aira pura pura memilih milih novel, pura pra membaca juga padahal tak ada yang ingin dia beli. Sedangkan maudy mengumpat di titik paling strategis apabila cahaya itu tertangkap olehnya. Tak lama kemudian ada cahaya kamera dari samping membias ke arah aira. langsung saja maudy kearah sinar itu berasal, ternyata di rak novel yang tak jauh dari tempat aira berdiri.

Maudy menjambak jaket dari orang yang memotret aira tadi. Langsung saja aira menghampiri maudy. "Nah....ini dia pengagum rahasia lo ra!"

"Eh udah udah baru kenal masa udah kasar"

Sedangkan orang itu nampak tak ada ekspresi marah atau apapun. "Udah puas? gw pergi ya" dengan tampak jutek dan sinis orang itu pun langsung bergegas keluar sambil membawa kamera SLR nya.

Maudy dan aira nampak keheranan hanya  bisa mengerutkan dahi dan mata mengikuti langkah org itu. 

"kok ada sih cowok gitu?!" ujar maudy keheranan

"adalah manusia yang kayak lo juga banyak" sambar aira kemudian melangkah keluar toko

Maudy mengikuti aira dr belakang "eh sialan lo, tungguin gw mblo"
***
Malam ini maudy menginap di rumah aira, ya seperti biasa kalau sudah betah di rumah aira, maudy malas pulang ke kost-an nya. Seperti biasa mereka duduk duduk di balkon atas rumah aira.

"eh....tapi tadi orang itu di lihat lihat kece juga sih ra" ujar maudy ambil mengunyah makanan. Entah aira sedang menghayal apa sampai senyum senyum. " yeeee, di ajak ngomong  malah senyum senyum, lagi mengkhayal cowok itu ya?" ujar maudy sambil melempar chiki ke arah aira

"Lo lebih sok tau dari hati gue ya dy?" ujar aira sambil menga,bil majalah yang ada di dekatnya

"Gak sok tau kok, kan gue cuma nebak ra" ujarnya masih sibuk dgn camilan dan majalah

"Awas ya kalo sampe kepo" ujarnya kemudian tertawa

Maudy melempar bantal emote yang ada di samping nya.

"ah gw mau tdr ya, ngantuk"

Keesokannya, sore hari aira balik ke toko buku, rasa penasaran yang membelenggu hatinya memaksakan langkah nya ke toko buku Nusa Cendana. Di balik balik buku novel yang ada di toko, dia sengaja berdiri di tempat yang berbeda, apa kah orang itu memotret dia lagi?. Hampir satu jam ia tunggu di dalam toko, sepertinya di luar matahari telah menenggelamkan diri nya, dengan sedikit rasa kesal dan kecewa ia keluar dari toko.

"Kenapa coba itu cowok gak ada pas gw tunggu tunggu?"gumamnya dalam hati.

Aira menunggu taksi yang lewat di depan toko tersebut, namun bukan taksi yang berhenti. tetapi seorang laki laki yang memakai vespa berhenti di depannya, aira hanya mengerutkan dahinya. Laki laki ini yang memakai helm yang terbuka, jaket jeans,dalaman kaus putih dan celana jeans yang sebelumnya tak pernah ia kenal mungkin salah orang. Kemudian laki laki ini membuka helm nya, membuat aira kaget, ternyata laki laki yang memotret ia di toko buku.

"Ayo naik, mau aku anterin gak?" ujar laki laki itu

"Kamu lagi?!"

"Mau aku anterin gak nih? apa aku tinggalin aja kali ya" ledek laki laki itu dengan tampang sinis seraya ingin mengambil gas motornya

" Eittttt bentar bentar" aira menengok ke kanan dan kekiri, tampak sepi hanya ada mobil pribadi dan motor saja yang lewat, tak ada taksi sedari tadi yang lewat.

Aira menarik napas nya dalam dalam "Iyadeh aku terima tawaran kamu" jawab nya dengan tampang jutek.

Di perjalanan tak ada kata kata yang keluar dari laki laki itu, hanya deru angin dan kendaraan saja yang terdengar, untuk membuat suasana tidak kaku aira pun membuka pembicaraan.

"eh, kamu kok waktu itu motret aku sih?" tanya aira agak ragu

"Iseng aja" jawab nya dengan datar tak menoleh sedikit pun ke belakang

"Cuma itu?"

"Ya, terus aku mau jawab apa? aku fans kamu gitu? kepedean bgt sih" jawabnya sambil tertawa sinis

Aira mengoceh dalam hati, tak terima laki laki itu menjawab seperti itu "ih! ini cowok atau apa sih? jutek nya ngalahin bapak gw, amit amit!"

"Kenapa? salah aku jawab gitu? mau bilang aku sinis? atau aku jutek?"

"ngggg... nggak kok, nggak. oh iya nama aku aira, kamu?" jawabnya sambil mesem mesem

"Windu, windu permana jelas nya"jawab laki laki itu, kali ini dia jawab tak sedatar tadi.
***
Braga permai...

"Lo tau gak sih?! kemarin gw ketemu siapa?!" ujar aira emosi

"Siapa siapa?!" jawab maudy kaget sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan

"Windu!" jawab aira dengan nada keras dan kesal

              Maudy bingung, hanya menaikan sebelah alis nya. 

"hah? siapa tuh?"

"Oh iya gw belum jelasin ya, laki laki yang lo tarik jaket nya pas di toko buku" 

Maudy yang sedang meminum frozen cappucino nya tampak kaget dan tersedak.

"Apa?! dia?! kok bisa sihhhh? ciye aira, nge-date pertama tuh" ujarnya sambil menaikan kedua alis nya.

"Sok tau lo!". Aira mengalihkan pandang nya ke arah luar, tak lama terlihat sosok windu yang berjalan melewati Braga Permai Restaurant. "Eh ada windu!" ujarnya sambil menunjuk ke arah luar. 

"Mana mana?!" maudy berusaha melihat nya namun windu sudah tak terlihat, aira buru buru beranjak dari bangku nya dan keluar mengejar langkah kaki windu.

Aira berlari sambil memanggil windu. Windu berhenti sejenak mencari arah yang memanggil, windu menoleh ke belakang terlihat aira sedang berlari menghampiri windu.

"Aduh windu aku manggil manggil kamu dari tadi" ujarnya dengan nafas terengah engah

Windu tertawa "Emang kamu mau ngapain ngejar aku?"

"Ya, Iseng aja" jawab nya dengan tampang jutek

Windu menggelengkan kepala sambil tertawa kecil "Hah?! Sorry ya aku buru buru ada urusan" windu pun beranjak melanjut kan langkah nya

Aira mencegah windu "Eh, bentar dong, kamu ikut aku ya?" ujar aira seraya memohon

Windu menganggukan kepala nya, aira tersenyum lebar. Kemudian mereka membalikan langkah nya ke Braga Permai Restaurant.
***

Sesampai nya di braga, aira dan windu menghampiri maudy yang sedari tadi menunggu mereka.

"Eh dy, sorry ya lama tadi, ngejar nya juga capek" ujar aira kemudian mengambil posisi untuk duduk.

"Hmm.....ngapain dulu sih lo? main drama kejar kejaran ala india?" 

        Windu menahan tawa.
"Oh iya, dy kenalin ini nih windu"

"Windu" kata windu sambil mengulurkan tangannya. "Maudy" ujar maudy sambil membalas uluran tangan windu

"Ini nih yang waktu itu jambak jaket kamu du"

"Ya, maaf kan gw kesel waktu itu" ujar maudy sambil mengalih kan pandangan nya

"Oh iya, santai aja kok" ujar windu sambil tertawa kecil.

Aira sejenak memandangi windu yang sedang tersenyum. Ini awal pertama kali dia melihat windu tersenyum, di balik kejutekan dan ke sinisan dia ternyata windu tak sejutek dan sesinis yang aira kira, ternyata masih ada sisi lembut di balik sifat nya windu itu.

Malamnya, aira sedang bersantai bersama laptop nya di atas kasur, dia masih terbayang bayang dengan sosok windu, windu mulai terlihat ramah dengan aira. Tidak seperti pertama kali dia bertemu, senyum nya windu tak sejutek sifat dia ternyata, senyum nya hangat. Lamunan nya seketika buyar karna getar dari handphone nya aira, ternyata ada pesan masuk.

From : Windu 

Aira, kamu besok ada acara gak?

Aira kaget, dia kira windu tak akan menghubungi dia. Di ketik nya balasan pesan untuk windu.

Uhm...gak ada kok, kebetulan besok juga free kuliah

Kemudian aira memencet tombol send dan menaruh handphone nya tepat di sampingnya. Tak lama ada pesan masuk, ternyata masih dari windu.

From: Windu

Oke, ketemu di depan toko buku Nusa Cendana ya :)

Aira tersenyum lebar, ternyata windu ingin bertemu dengan nya lagi setelah pertemuannya tadi. Rasanya malam ingin ia percepat menjadi pagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar