"Kita putus!" kata fadhil membentak
"Oke! kita putus, kamu egois!" sambar annisa
Air ombak yang membasahi kaki ku, membuyarkan lamunanku, emosi yang mengalahkan semua nya. Aku benci diriku. Kenapa ego ku lebih besar? sama saja itu menjatuh kan ku pada lubang yg dalam. Ingin aku kembali pada mu. Tapi sekarang sudah terlambat, saat aku datang ada tangan lain yang mengisi sela jari mu. kamu lebih tertawa lepas bersama dia kebanding aku?
"Fadhil....jangan pernah kamu tinggalin aku ya" kata anisa sambil memeluk erat tubuh fadhil
"Aku sayang sama kamu, lebih dari yang kamu tau"kata fadhil sambil membalas pelukan erat annisa
Aku pulang dengan semua rasa sesal ku, di pantai ini, kita pernah menaruh kasih tapi sekarang kamu disini membawa orglain bukan aku. Aku hanya bisa melihat setiap kamu dan dia di sini. Kenapa aku bodoh dulu? Ya semua nya hanya penyesalan yang tak ada hasil nya, untuk apa? tapi hatiku tak bisa bohong.
***
Tergeletak banyak foto foto di ranjangku, ya ini bukan foto masa kecil ku atau yang lain, ini foto kenangan kita. KITA!
"siap ya? 1...2...3!" sang photographer menginstruksi dan sinar kamera pun membias kemereka
Annisa dan fadhil mengubah pose nya dengan pose yang lain. Ya, acara ini di hadiah kan untuk hari Anniversary mereka yang ke 9 bulan. suatu hubungan yang masih romantis ini membuat teman2 kuliah mereka merasa iri
"Disini kamu lucu ya, lihat deh. tapi tetep dong kamu ganteng bgt" kata annisa sambil melihat hasil foto foto mereka
"Kamu cantik banget disini, semoga kita langgeng ya sampai waktu tunangan tiba nanti" kata fadhil sambil mengkecup kening annisa
fadhil memeluk annisa, dibalas nya lagi dengan pelukan yang erat. Lamunan itu pun buyar seketika saat aku menengguk hot chocolate minuman kesukaan annisa, yang menghangatkan tubuhku dari dingin nya hujan di luar. Aku masih memandang foto itu. manis.....tapi sekarang tidak ini hanya impian ku yang tertunda.Hari sudah malam, aku tertidur bersama semua kenangan itu, kenangan yang hanya bisa di kenang, kenangan yg manis menjadi hambar begitu saja.
Ketukan pintu di luar membuat fadhil terbangun, ya hari sudah cukup siang. Fadhil langsung menuju bawah, fadhil sedikit mengintip dari jendela. Wanita?! siapa dia? hatinya terus bertanya tanya, apa kah dia annisa? dari belakang memang mirip. langsung saja dia buka pintu, tanpa menunggu sang wanita menoleh fadhil langsung memeluk sangat erat sang wanita itu, entah itu siapa.
Silau nya matahari membuyarkan semua itu! Aku hanya mimpi! Lagi lagi hanya khayalan, di dengar nya ketukan pintu dari luar, ilustrasi ini mirip sekali dengan mimpinya tadi. langsung saja dia beranjak dari ranjang dan berlari ke bawah. ya! dia intip dari jendela wanita itu mirip sekali dengan wanita di mimpinya tadi. Apa dia annisa?! lalu dia buka pelan pelan pintu, wanita itu langsung menoleh, dan apa yang fadhil lihat?! dia ANNISA!. Tanpa pikir panjang aku langsung memeluk anisa.
"Maafkan aku annisa, aku gak mau kehilangan kamu lagi untuk yang ke dua kali nya" kata fadhil sambil memeluk erat annisa. Tapi annisa tak membalas pelukan itu seperti dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar