"Panggil saja aku Rain" ujarnya saat perkenalan diri di kelas
Hai. aku Cassie Rainisya. sekolah baru. teman baru. taman baru. bau khas hujan yang baru. Kita mulai buat rintik rintik hujan penuh cerita.
"KRINGGGGGGGGGGG" bel istirahat pun berbunyi. koridor dan kantin sekolah pun serempak di penuhi anak anak berseragam putih abu abu.
"Rain, ke kantin bareng yuk" ujar laki laki yang menjadi teman sebangku rain.
Rain hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"oh iya, nama kamu siapa?"
"Reza. Reza Irawan" ujar nya sambil tersenyum.
Sesampainya di kantin reza mengajak rain ke meja yang biasa reza tempati. View dari tempat ini yang membuat reza suka, langsung menghadap luar.
" Kayaknya di pojok banget deh kamu ambil tempatnya, za"
"Ini tempat yang paling pas buat aku. Soalnya langsung liat keadaan luar. Kamu kedinginan ya? Cuaca nya lagi gak enak banget" kata kevin meyakinkan
"Enggak kok. aku malah lagi mau nunggu detik detik turun hujan. Angin nya. Bau tanah nya. dan terakhir airnya" jelasnya pada reza.
"Aneh banget. Jarang jarang ada cewek kayak kamu. Aku kurang begitu bersahabat dengan hujan"
Pesanan makan dan minum yang mereka pesan pun datang di sela sela perbincangan mereka.
"Makasih ya mas" ucap nya sambil memberi senyum
"Kamu sama saja seperti orang tua aku, sahabat aku, saudara -saudara aku. bilang nya "dasar aneh"" sambung rain lagi
"Apa karna sesuai ya sama nama kamu "Rain" artinya kan hujan. makanya udah kayak pawang hujan"
Rain yang sedang asik menikmati mie nya memberhentikan seruputannya dan menganggukkan kepalanya.
***
"Hai hujan. Sekolah baru ku dan teman teman ku sangat bersahabat. Aku punya teman sebangku Reza Irawan namanya, dia baik, manis, tinggi, aku suka dengan senyum nya. ohiya hujan, Aku akan menuliskan setiap moment yang ingin aku kenang di kertas ini."
Setelah itu rain menbentuk kertas berwarna itu menjadi sebuah origami burung dan menggantung nya di jendela kamar.
Sementara di lain tempat reza sedang bersama rio di ruang tamu rumah reza membahas tentang rain, wanita yang baru ia kenal tadi.
"Rain itu unik yo, aneh. Dia punya dunia nya sendiri kalau ada hujan" kata reza menjelaskan
"Kalo lo suka dia ya lo kejar lah cari tau lagi tentang dia. jangan ngadu ke gue. emang gue penghulu lo" celotehnya menggelitik
"Yehhh kambing lo!" balasnya melempar bantal
Sementara rain sedang memandangi langit mendung kemerahan, berkhayal hujan turun bersamaan dengan pangeran hujan nya. Rain menertawai khayalan nya, tidak mungkin ada di dunia nyata. hanya ada di negri dongeng.
Angin berhembus kencang seakan sedang menyapu debu debu dan dedaunan. Rain mencoba memejamkan mata nya. Kertas kertas dan origami birung pun ikut tersapu ke dalam. Serintik air pun turun. Rintikan itu yang dinamakan gerimis. dan rintikan yang semakin deras dinamakan hujan.
"Pangeran hujan. akan aku mulai perjalanan takdir cinta ku disini" Gumamnya dalam hati
***
"Hai taman. Kamu pasti baru kenal aku. Aku disini ingin mencari pangeran hujan ku. Pangeran yang nanti nya bisa melindungi ku dari hujan. Tempat ini memang asing untuk ku. Tapi ternyata semua bersahabat dengan kehadiran aku"
"Dorrr....!!!!"
"Heyyy. bikin kaget aja si, za"
Reza tertawa kecil. Kemudian duduk di samping rain.
"Lagian sih si pawang cantik. Pagi pagi udah mainan kertas, mau di apain sih?" tanya reza penasaran
"Kok kepo sihhh? mau tau aja atau mau tau banget?" ledek rain
"Dasar pawang cantikkkkk" usil reza sambil menarik hidung rain
"Aduhhhh, sakit tau" kata rain sambil memegang hidungnya
"Nih dengerin ya. kamu kan mau tau, jadi aku lagi ngelipet origami yang habis aku tulis tentang yang ada di hati." sambung rain sambil memegang dada reza.
Bel masuk kelas berbunyi. semua murid pun berlarian seperti burung yg di kagetkan. Dan bel pun mengusir reza dan rain dari taman. Jam pelajaran pertama adalah fisika, pelajaran yang sangat tidak rain suka. Cuma bikin boring, seperti disekolah lama yang ia lakukan ialah mencari inspirasi.
Mulailah pikiran nya berjalan ke negri awan, dan seakan ruhnya terbang ke negri khayalan itu. Pikiran rain pun semakin dalam menyusuri negri awan yang luas mencari cari pangeran, dilihat nya nampak cahaya terang rain pun menghampiri cahaya itu dengan keyakinan kalau disana ada pangeran hujan, dan......
"Cassie Rainisya!" terdengar suara lengking bentakan yang tak asing lagi untuk rain
Rain pun tersentak kaget " tunggu aku pangeran hujan!"
Seluruh murid dikelas pun mengeluarkan tawa untuk rain. Tawa menggelitik itu membuat rain memerah wajahnya seperti tomat. Reza yang di sebelahnya hanya menggelengkan kepala. Setelah itu rain mendapatkan hukuman dari bu florida berkeliling sekolah pada j istirahat mengenakan papan didadanya bertuliskan "Tunggu aku, pangeran hujan"
Jam istirahat pun datang, mulai lah rain menjalankan hukuman dari bu flo, ditemani reza, rain berkeliling dari koridor kelas nya hingga kantin. murid murid yang melihat nya pun mengeluarkan tawa, bahkan ada yang mengeluarkan ledekan "hidup di negri dongeng aja kalo mau nemuin pangeran" . Wajahnya rain semakin sangar ingin rasanya menghajar orang orang yang meledeknya. Reza yang kasihan melihat nya bergegas mengajak rain ke dalam kelas.
***
"Rain pulang bareng yuk!"
Rain menoleh ke reza "Uhm... gmna ya? Kok aku deg degan sih?"gumamnya dalam hati
"Rain, jangan melamun nyari pangeran hujan"
Tanpa meyakinkan hatinya rain pun bergegas menaiki motor nya reza. Selama di perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan entah karna gugup atau tidak ada bahan pembicaraan. Rain hanya melihat wajah reza melalui kaca spion yang terkadang reza suka mengetahui kalau sedang di perhatikan oleh rain.
"Kenapa pas lagi berdua gini ngerasa gugup banget sih. duhhh rain!"
Langit mendung, angin kencang. pertanda ingin datang nya hujan. Rain tersenyum lebar dan membentangkan kedua tangan nya untuk lebih merasakan kedatangan hujan.
"Rain! kita berteduh ya udah mulai gerimis nih" teriak reza
"Lanjut aja! gpp kok aku kan suka hujan kamu lupa ya!"
"ohiya! kamu pegangan aku mau ngebut!"
Laju motor yang semakin kencang pun membuat rintikan aur semakin deras. Khas bau tanah pun menusuk ke dalam hidung.
"Hujan. Apakah yang sedang bersamaku ini adalah pangeran hujan ku?" tanyanya dalam hati
Sesampai nya dirumah rain, reza nampak kuyup begitu juga rain. Sesudah nya ganti pakaian mereka berdua menghangat kan diri diruang tamu sambil menengguk susu coklat panas.
"ini foto siapa? Lucu bgt" tanya reza saat melihat lihat pajangan foto
"itu aku, cantikan aku yang dulu atau yang sekarang?" tanya usil
"Gimana ya cantik sih. Tapi lebih imutan dulu"
***
Reza menghempaskan diri di kasur nya, setelah lelah menerobos hujan dan berteduh di rumah rain, lagi lagi wajah rain yang memutari pikiran nya, membuat reza tertawa saat hal yang lucu ada pada diri rain. Hatinya dilema, galau untuk menentukan kapan ia akan menyatakan perasaan nya. Di pijit pijit handphone di buka nya contac, ketika sudah menemukan contac rain hatinya masih ragu.
"Duh telfon gak ya?" tanya reza bingung
Sementara rain, lagi lagi dia sedang menuliskan moment tadi siang di kertasnya
"Hujan, aku semakin bingung ketika aku benar benar sedang berdua reza, hati ini selalu nyaman. Mata ku juga berbicara dan menunjukan kalau dia pangeran hujan ku. Aku punya rencana ingin mencari dalam waktu 30 hari menemukan pangeran hujan"
Kemudian rain melipat seperti biasa origami burung dan menggantung nya di jendela kamar. Rain menghitung burung.burung kertas, ternyata sudah ada 7 burung, berarti tepat satu minggu ia dekat dengan reza dan kehidupan baru.
Keesokan harinya, reza mengajak rain ke taman yang sangat luas. Entah di daerah mana sepertinya asing buat rain melihat setiap jalan yang di lintasi nya.
"Hei. Kamu udah culik aku sejauh ini ya" kata rain sambik membenarkn kupluknya
"Aku gak culik kamu kok, aku cuma mau ajak kamu refreshing" jawabnya
"kalo ketauan kak langit aku di bawa sama cowok sejauh ini bisa di marahi aku"
Reza hanya tertawa dan kembali fokus dengan kemudi mobilnya, sementara rain mencoba untuk tidur. 1jam sudah berlalu, rain terbangun karna merasa mobil sudah tidak melaju. Rain juga kaget karna reza tak ada di dalam, bergegas lah rain menyusul reza.
Baru beberapa langkah menyusuri taman rain seperti dalam negri dongeng. Di dekat pohon sana reza sedang sibuk membuat sesuatu hingga tidak sempat membangunkan ku
"Za, aku seperti di negri dongeng" katanya dengan wajah kagum
"Hei, putri hujan sudah bangun, selamat datang di taman kerajaan awan" ujarnya seraya memperagakan pengawal kerajaan
"ohiya, aku tadi buat ini, flowers crown untuk putri hujan. Aku gak sempat ajak kamu ke negri awan sungguhan. Tapi ini udah lebih dari.cukupkan?" sambungnya kemudian memakaikan di kepala rain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar