Senin, 14 Mei 2012

Someday, we will together II

Dengan asyik nya mereka memetik daun teh yang sudah matang. Tiba - tiba saja shilla teriak aseperti kesakitan, sakti menghampiri shilla "kenapa kamu shill? ada apa?!" sati melihat jari mungil nya shilla terluka dan mengisap darah yang ada di jari shilla. "Makasih ya sakti"katanya sambil bersandar di bahu sakti. Sakti pun membalas nya dengan pelukan, dari kejauhan kenzo dan holfi hanya tersenyum lebar, melihat sahabatnya bahagia. Shilla menikmati pelukan hangat dari sakti. Terik matahari pun semakin panas saat nya mereka pulang ke rumah masing - masing, sesampainya di depan rumah shilla, shilla mengembalikan sepeda yang di pinjamkan sakti "makasih  ya sakti, aku masuk dulu kedalam".Katanya sambil tersenyum ceria.
"Sama - sama ya shilla" kata  saktti ter senyum. Tak sadar ada batuk kecil di depanya sakti tersandung karena terus melihat ke arah shilla, shilla hanya tertawa kecil dari balik jendela. 


Shilla langsung lari ke dalam kamardan membantingkan badannya ke kasur.
"Tuhan, terimakasih untuk pagi yang indah ini, terimakasih engkau telah mendatangkan sakti ke dalam hidup aku" kata nya dalam hati. dilain tempat sakti sudah sampai rumah, "Sakti, sudah pulang kamu nak, jangan lupa minum obat ya"  teriak ibu dari dalam.
"iya bu" kata sakti hanya mengiyakan kemudian menenggak obatnya. Didalam kamar sakti sedang tertawa kecil mengingat kejadian tadi. Dia melihat kearah jendela, ternyata di luar sedang gerimis. Di waktu yang bersamaan shilla juga melihat keadaan di luar yang sedang gerimis, shilla merasakan rintikan hujan yang membasahi wajahnya, sedang kan di lain tempat sakti juga melakukan hal yg sama seperti shilla. Shilla menulis nama sakti di jendeladengan uap hujan. Sakti pun melakukan hal yg sama dengan menulis nama shilla.
"Tuhan, apakah dia selanjutnya yang mengisi hari hariku? tanya shilla dalam hati.


Keesokan harinya shilla dan sakti janjian di bukit, mereka duduk santaidi bawah pohon yang rindang dan teduh, melindungi mereka dari panas nya matahari.
"Kamu tau gak kemarin, yang kamu habis antar aku pulang, papa aku nanya. selalu deh dia mau tau aja" kata shilla sambil mengunyah strawberry
" Emang apa kata papa kamu?" tanya sakti
"Gini katanya, shilla habis darimana kamu, sama siapa itu tadi diluar?!". Katanya sambil mencontoh gaya papa nya berbicara.
"Kalau aku kayak gini nih. sakti kamu main terus habis dari mana?!" kata sakti sambil meniru gaya papa nya berbicara. Mereka pun tertawa bersama.


Angin kencang dengan kondisi cuaca yang mendung membuat satu persatu air hujan turun pelan pelan, ternyata gerimis, shilla langsung berdiri lari ke tengab rumput hijau menari nari di bawah rintikan gerimis, sakti menghampiri shilla untuk menahan nya agar tidak terlalu lama  dengan menyilangkan jaket nya ke arah kepala shilla.
"Sudah shilla nanti kamu sakit!" 
"gak sakti, aku sudah terbiasa, ayo rasakan tetesan - tetesan gerimis dan ini rasakan bau khas tanah saat gerimis" kata shilla mengajak sakti. 
Sakti  pun mengikuti shilla memejamkan mata dan membentangkan kedua tangannya dan mendongakan kepala menatap langit - langit mengikuti shilla. (to be continued)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar