Jumat, 20 April 2012

Someday, we will together

Saat aku membuka mata......ada udara dingin masuk menembus paru paru ku, tersadar aku berada di atas lembah ini. Pagi ini pukul 04.00 wib, aku sengaja ada disini untuk menghilangkan rasa penat ku dari keramaianh kota. Menunggu mentari memunculkan sinarnya. Disini aku dan dia dulu pernah mengatakan janji, janji itu masih aku ingat sampai saat ini. Sampai saat ini! kamu mengatakan ''Aku janji aku akan selalu berada di samping mu saat kamu membutuhkan aku''. Aku hanya membuat simpul senyum.Saat itu....... rasanya aku adalah wanita yg paling bahagia di dunia. Suara adzan berkumandang dan lamunanku pun tersapu oleh hembusan angin ini. Tak sadar airmataku pun membasahi pipi kemerahanku. Tak lama mentari pun memunculkan sinarnya. Sungguh indah diselimuti oleh kabut - kabut tipis ini mengenai wajah ku rasanya hangat, aku tak ingat lagi dengan apa yang tadi aku fikirkan. Aku menutup mata ku kembali sambil merasakan hangat nya mentari pagi melanjutkan lamunanku. Dulu disini.......aku sedang meemluknya erat dan berkata ''Sungguh aku bahagia hari ini aku harap seterusnya kita bisa seperti ini''. Dia mencium kening ku dan berkata ''Kamu adalah satu - satunya wanita yang aku cintai'' aku masih memeluknya erat dan erat. Sinar matahari pun semakin panas, lamunan ku pun terbakar oleh panasnya mentari pagi, saat aku membuka mataku pun bercucuran deras airmata ''Apa yang aku pikirkan tadi, itu hanya dulu dan tak akan pernah bisa terulang kembali''. Aku berlari meninggalkan tempat dimana kita pernah menaruh janji itu. Aku tiba di rumah dsan langsung masuk kedalam kamar, rasanya bodoh kalau aku mengingat - ingat yang tadi, ingin rasanya aku buang semua kenangan itu. Ya, 1 tahun kita bersama, tapi karna ada orang lain yangf membuat sikap mu berubah. Hubungan kita hancur begitu saja padahal aku tak mau menjadi seperti ini nyatanya, namun tuhan berkata lain, aku dan dimas harus berpisah.


Hari ini hari dimana aku harus beraktivitas kembali, sebagaimananya mahasiswa, tanpa kamu, sejenak aku melupakan kejadian itu. Aku lelah, lelah harus menghindar dari kamu, tiba tiba saja holfi sahabatku menepuk ku dari belakang "hai shilla!". Aku hanya tersenyum, "helloooo, lo gak boleh kayak gini dong walaupun sakit hati lo, tapi hati lo juga harus bisa tersenyum". "tapi ini susah fi! terlalu banyak kenangan yang gw buatsama dia", "gw tau kok, tapi lo juga gak harus murung kayak gini, lo kayak bukan shilla yang gw kenal", aku hanya membalas nya dengan senyum. Aku dan holfi meninggalkan pelataran depan kampus. Saat aku masuk kampus baku teringat kembali dimana aku dn dimas sering meluangkan waktu bersama. Taman kampus........ dimana kita menghabiskan waktu merasakan gerimis, dan angin yang berhembus. Kenzo dan holfi membuyarkan lamunanku, mereka melambaikan tangan nya pas depan mukaku. "udahlah! wipe your tears and show your sweetest smile darl" kata holfi menasihati. "iya shill. lo kayak gini terus gak kayak shilla yang kita kenal" kenzo menyambar. Aku terduduk di taman, tempat duduk ini............tiba tiba gerimis, orang orang di sekelilingnya lalu lalang untuk berteduh, tapi kini........disini hanya ada aku yg termenung sendiri, tiba tiba lamunan shilla pada masa lalu, tiba tiba shilla merasa ada orang disampingnya yg meneduhkan dia dengan payung, shilla mengerutkan keningnya, dia kelihtan bingung wajah orang ini sangat asing, sepertinya mahasiswa baru. "kamu ngapain disini?! kamu siapa?!" kata shila bingung. " perkenal kan nama aku sakti" katanya ssambil mengulurkan tangan nya. Shilla agak ragu untuk menyambar kembali jabatan nya "uhm........aku...aku.....shilla" katanya sambil menahan dingin. "kamu ngapain di sini ayo kita berteduh, kasihan kamu" kata sakti mengajak. Mereka berteduh di kantin kampus, mereka pun melanjutkan obrolan tadi. "kamu ngapain disana tadi?gerimisan, gak takut sakit?" tanya sakti. "karna aku suka gerimis" kata shilla sambil menyeruput hot chocolate nya. "hah?! orang orang menghindar dari gerimis, sedangkan kamu suka itu. unik banget". shilla hanya tersenyum, " kamu pakai jaket aku ini" kata sakti sambil menyelempangkan jaket nya ketubuh shilla. mereka pun melanjutkan obrolan mereka. 


Keesokannya dikantin kampus, shilla sedang memainkan tangannya mengelilingi mulut gelas, tiba tiba ada yang menghampiri dia, dan ternyata itu anak baru yang kemarin. " hai shilla!" sakti menyapa kemudian duduk di sampingnya, " kok lo sendirian aja sih?, melamun terus pula". shilla hanya tersenyum kemudian pergi meninggal kan sakti. 
Sore ini..........aku kembali lagi dilemba ini, aku disini tidsk untuk melanjutkan lamunanku, tapi aku hanya ingin menyendiri melihat mata hari terbenam, angin sepoi sepoi yang dingin ini menembus kulitku, sambil menutp mataku "andai hidupku seperti ini, simple....tidak sepeti kemarin, aku janji aku bisa tanpa dia" katanya dalam hati. dia merasa seperti ada org di samping nya, lalu shilla membuka matanya dan penglihatannya agak buram, ketika sudah jelas....ternyata anak baru yang waktu itu! dia kaget kenapa selalu bertemu dia pada saat keadaan seperti ini, shilla diam dia hanya bisa mengerutkan keningnya. "kenapa selalu ada dia membuntutiku dari belakang?."tanya nya dalam hati, "longapain disini? atau jangan jangan lo ngikutin gw?!" tanya shilla dgn pede, "kita kayak gini hanya kebetulan kali, gw juga sering kok disini.". "tapi.......kok gw jarang ya ngelihat lo?".tanya shilla "gw disini saat hari sudah gelap" kata sakti sambil tersenyum. Tak terasa matahari pun menenggelamkan sinarnya hari pun berubah menjadi malam yang gelap. Suara adzan berkumandang pun mulai terdengar, shilla dan sakti pun mulai meninggalkan lembah itu, diperjalanan mereka melanjutkan obrolan nya "kenapa sih lo kelihatan sedih? pasti urusan cinta ya?" kata sakti sambil tertawa kecil, "uhm..... iya kenangan itu susah bgt gw lupain, terlalu banyak". "eh lihat deh...." kata sakti sambil menunjuk kumpulan kunang kunang yang menghampiri mereka. Shilla tersenyum lebar "indah bgt.......tapi sauyang nya hidup kunang kunang hanya untuk malam ini", mereka pun melanjutkan perjalanan sambil di temani oleh cahaya terang kunang - kunang di sepanang jalan. sesampai nya di rumah nya kemudian mereka berpisah.


Pagi ini, shilla terbangun dari tidurnya karna terkena silaunya mentari pagi, dia melihat ke jendela, melihat diluar sudah ada sakti, holfi dan kenzo, ternyata mereka mengajak shilla untuk bersepeda, shilla lekas menghampiri mereka ke bawah. dari luar terdengar suara holfi memanggil shilla "shilla.....shilla...." terak holfi, gak lama shilla datang, "hey kalian mau ngapain?" tanyanya. "kita mau ngajak lo sepedaan nih shill!" kata kenzo semangat. "tapi, tapi gw gak ada sepeda", " tenang shill, kita udah bawaain nih, jadi logak perlu mikir mikir panjang"kata holfi meyakinkan. Shilla kembali kedalam rumah prepare untuk memakai baju nya. taklama kemudian shilla sudah siap dia tampak cantik, "pakai syal ini ya, pagi ini kamu terlihat cantik" kata sakti sambil melingkarkan syal ke leher shilla. Shilla hanya tersenyum malu sedangkan kenzo berbisik bisik kecil dengan holfi. dengan semangat mereka keluar komplek, udara sejuk dan embun pagi hari di selingi tawa mereka semoga ini mengawali hari yang indah ini, shilla terlihat bahagia sepertinya dia telah melupakan dimas, masa lalu nya. Mereka pun menghentikan sepedanya di sebuah kebun teh, melihat shilla tertawa bahagia kenzo dan holfi dari kejauhan turut merasa bahagia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar